Engineering di dalam perusahaan memiliki fungsi sebagai seorang yang harus mengatur juga membuat barang dengan kualitas yang sesuai dengan standar yang telah di tentukan. Engineering pun terbagi kedalam macam macam departement, seperti Engineering Project, Mekanikal Engineering, electrical engineering, dan masih banyak lagi. Saat ini saya berada dalam posisi Project engineering.
Project engineering memiliki tugas dan tanggung jawab memenuhi permintaan customer dengan drawing yang telah disediakan dan tentu dengan kualitas barang yang OK. Saya sendiri sebagai leader project bertuugas membuat planning sesuai dengan order customer.
Dari order tersebut saya membuat planning dari kedatangan material, jadwal trial di line, pengecekan kualitas, penegcekan bersama dengan customer hingga barang dikirim. Disini saya menjadi kunci atas kelancaran project, karena dari planninglah kita bisa bekerja secara teratur dan tidak tergesa-gesa.
MEETING INTERNAL PERUSAHAAN
Saat setelah jdwal planning sudah dibuat, tiba saat saya presentasi dihadapan semua departemen yang memang bersangkutan dengan project, seperti produksi , QC, maintenance, PPIC juga purchasing. Semua sangat berhubungan, untuk kedatangan material purchasing bertanggung jawab atas jadwalnya, produksi sebagai orang yang memproduksi barang prototype, QC mengecek kualitasnya dan PPIC yang mengatur keberangkatan barang yang dikirm ke customer.
Engineering juga dalam departemen ada beberapa orang, tidak banyak, hanya ada 4. Saya sebagai control schedule, ada engineeing welding 2 orang dan terakhir engineering stamping part. Semuanya terkoordinasi dalam satu perintah, yakni planning yang telah dibuat dan disetujui.
MEMBUAT DESAIN ENGINEERING
Barang yang akan dibuat diberi oleh customer, rupanya berbentuk drawing 2D juga 3D, kami sebagai vendor harus membuat tooling untuk assembly produk. Proses ini pun sangat amat panjang, pembuatan desain, proses manufaktur hingga trial atau uji coba.
Biasanya kami mencari rekanan untuk bekerja sama, dan sistemnya adalah kita memberikan drawing dan rekanan itu membuat sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh kita, dengan tempo yang sudah disepakati sebelumnya.
Hal ini dilakukan karena memang untuk tooling sendiri di perusahaan kita itu tidak memiliki alatnya untuk manufaktur. Jadi kita serahkan ke rekanan.
MEMBUAT PRODUK
Setelah semuanya selesai mulai dari desain tooling yang sudah di buat, dan child part / child produk pra asembly sudah ada, saatnya di asembly dan disesuaikan dengan drawing yang ada, tentu dengan kualitas yang OK. Namun disini masih ada toleransi yang digunakan, toleransi ini berfungsi untuk mendapatkan nilai terendah atau tertinggi dari standar yang ada. Selama itu dalam batas ambang, maka bisa dikatakan produk ini OK.
Uji coba membuat produk prototype tidaklah mudah, biasanya perusahaan mendatangkan teknikal asisten dari jepang untuk membantu. Dengan segudang pengalaman yang ada, kita belajar serta bekerja sama dengan TA (teknikal asisten) ini.
SAMPAI TIDAK PULANG, MENGINAP DI PABRIK
Deadline menjadi musuh terbesar kami, disini berjuang untuk menciptakan barang OK, dan dengan jumlah tenaga manusia yang terbatas. Saya juga kadang heran, dengan projek segini besarnya, orang-orangnya sedikit. Walaupun di bantu oleh TA jepang, tapi saya sebagai kontrol planning kadang kelabakan juga. Kadang saya juga turun kelapangan seperti setting produk, setting mesin, treatmen produk sebelum dikrim juga.
Namun dengan solidnya team, kami masih bisa mengahdapi deadline walaupun waktu dengan keluarga taruhannya. Saya dengan team sangat sering sekali pulang jam 10 malam, sering juga sampai subuh jam 4, dan bahkan 48jam di pabrik tanpa pulang. Jujur lelah, tapi kami disini melakukannya dengan semangat dan kadang juga bercanda agar tidak bosan dan tertekan.
Asalkan pikiran jernih tidak tertekan, ragapun biasanya baik-baik saja, walau kadang mata tidak pernah bohong, jika tidak pulang atau bekerja sampai subuh, dan besok paginya kembali bekerja. Rasanya agak berat juga. Mata sembab, badan lengket karena belum mandi dan perut lapar. Kondisi seperti sudah biasa bagi kami seorang yang menghadapi project.
![]() |
Disaat sabtu-miggu orang lain berlibur dan berkumpul bersama keluarga, kami masih bekerja demi deadline yang semakin dekat. |
BERADU ARGUMEN
0 Komentar